Diduga Serobot Lahan milik Warga Kades Atue Terancam Masuk Bui

Diduga Serobot Lahan milik Warga Kades Atue Terancam Masuk Bui

0 0
Spread the love
Read Time:2 Minute, 36 Second

Infonawacita.or.id.indonesiatimur Lutim – Kepala Desa Atue Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur terancam masuk Bui karena melakukan tindakan penyerobotan Lahan Milik Warga untuk membangun Kolam Renang Wisata di atas lokasi yang berstatus Hak Milik.

Seperti di lansir dari salah satu media terkemuka di Sulawesi Selatan “FAJAR”, Minggu (4/1/2020),mengatakan pihaknya telah berusaha memintai mediasi dengan Pemerintah Setempat baik Kepala Desa(Kades)maupun Camat,namun tak mendapat respon ataupun tanggapan sampai berita ini diturunkan.

Pihak kami sudah berusaha melakukan Mediasi,namun tak satupun dari Pemerintah Setempat yang memberi tanggapan,sementara diatas Lahan itu aktifitas pembangunan Kolam Renang terus berjalan,kalau tidak dihentikan maka kami bersama pemilik lahan akan melaporkan Tindak Pidana Penyerobotan Lahan menurut “Pasal 385 ayat(1)KUHP”,Ucap Thamrin didampingi perwakilan Warga lainnya.

Desa Atue yang masuk dalam lingkup Pemerintahan Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur merupakan Daerah Transmigrasi Lokal mulai dibuka tahun 1980-an, menurut data ada 207 orang terdaftar secara resmi masuk transmigrasi tahun 1988 di zaman Pemerintahan Rezim Soeharto”,imbuh Thamrin.

Thamrin salah satu pengurus lahan Transmigrasi lokal Desa Atue dari tahun 1987-1989 bersama warga setempat,dirinya beserta sejumlah warga merasa keberatan dan akan menuntut Kepala Desa Atue segera dilaporkan ke Pihak yang berwajib karena telah melakukan menyerobot lahan Transmigrasi lokal kami,tanpa ada penyampaian dan koordinasi kepada kami lebih awal”,Tandas Thamrin.

Ditempat terpisah Awak media Infonawacita ketika menyambangi Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat(LSM) Baladhika Adhyaksa Nusantara (BAN)Luwu Raya Jurimin Djufri.S.Sos.SH,atas Keterangan yang diberikan oleh Beberapa Tokoh Masyrakat yang tidak mau disebut identitsnya salah satunya adalah Keluarga Bapak Kasim Bacode(Pur.TNI AD)lewat putranya Iskandar.

Ketika pihak LSM Baladhika Adhyaksa melakukan Konfirmasi mengatakan bahwa Lahan tempat Pembangunan Kolam Renang oleh Kades Atue kami anggap melanggar Hukum Pasalnya Tanah tersebut adalah Hak milik Masyarakat termasuk saya dan sudah bersertifikat(Berbadan Hukum),dan hal ini acap kali saya pertanyakan ke Kantor Desa Atue,namun tidak ada kejelasan dan respons diberikan.

Berdasarkan data yang diperlihatkan,ada 3 Hektare tanah yang memiliki dokumen,terdiri dari 12 orang pemilik lahan perumahan yang diklaim Kades Atue sebagai tanah aset desa namun,tidak bisa membuktikan alas hak hukum atas tanah tersebut”,tambah Iskandar.

Dan/atau permasalahan ini telah dimediasi Pemerintah Kecamatan Malili,namun belum ada kejelasan serta kemajuan sebagaimana yang diharapkan oleh pihak yang dirugikan.

Ketua LSM Baladhika Adhyaksa menjelaskan secara gamblang atas hasil investigasi yang diperoleh kepada Media Infonawacita di salah Warkop di kota Malili Selasa(27/10)bahwa Pembangunan Kolam Renang di Desa Atue berjalan sejak pertengahan Tahun 2019 dengan Ukuran 100×300(3 Hektare)dengan Dana Desa(DD)sebesar Rp.600.176.000.

Dengan menggunakan Dana Desa (DD)yang sangat Pantastik,jika dibandingkan fisik pekerjaan kolam renang tersebut di duga ada penggelembungan Anggaran yang di lakukan oleh Kepala Desa Atue.

Demi tegaknya Hukum dan Keadilan diminta Aparat Penegak Hukum (APH)dalam hal ini Bapak Kajari dan Bapak Kapolres Luwu Timur Untuk Turun Tangan dan/atau segera Memanggil Kades Atue dan pihak yang terkait untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran Penyerobotan Tanah Lahan Milik warga,serta dugaan Penggelembungan anggaran Dana Desa Atue”tutup Ketua LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara Luwu Raya. (Jur’68)

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *