JOGGING SMAGA 85 “Menjaga Imun”

JOGGING SMAGA 85 “Menjaga Imun”

0 0
Spread the love
Read Time:1 Minute, 41 Second

 

Indonesia Timur INFONAWACITA.or.id SULSEL-Di belakang area Kanre Rong – Lapangan Karebosi Makassar, terlihat alumni SMAN 3 Makassar (SMAGA), Angkatan 1985 berkumpul, selain silaturahmi antar angkatan pun Jogging bersama. Dihadiri beberapa alumni diantaranya, Drs. M. Syukri Djawad, Zulkarnain, Yus Irawan, Saipul, Kuntari Mulyono, Tati Mustar, Junariah dan alumni lainnya.

Kegiatan Jogging atas prakarsa bersama, mereka saling berdiskusi di group WhatsApp beberapa hari sebelumnya. Jadilah “Jogging Menjaga Imun”, Minggu (07/03/2021) dari pukul 07.00 – 09.30 WITA, dan mereka tetap menjaga protokol kesehatan, 3M. Kegiatan ini akan berlangsung setiap hari Minggu, begitu kesimpulan, dari hasil diskusi yang terekam awak media.

Mengingat usia mereka sudah setengah abad lebih, ditambah masih masa pandemik covid-19, tetapi mereka tetap memperhatikan 3M dan selalu berusaha menjaga kondisi tubuh agar sehat. Salah satu cara itu, yaitu berolahraga Jogging secara bersama-sama.

 

Bukan tanpa sebab, ada anggapan lain dari “oknum” alumni angkatan 1985, yang dilaksanakan oleh teman-teman saat ini seakan-akan tidak melalui prosedur dan mekanisme organisasi. Padahal “mereka” hanya bersilaturahmi sambil berolahraga jogging. Berikut kutipan testimoni dari sebagian dari alumni Smaga 85.

Beberapa dari mereka, berpendapat saat bincang-bincang usai jogging mengintari area lapangan karebosi, mengatakan, silaturahmi di tengah pandemi Covid-19 dengan berolahraga pun diupayakan bisa terlaksana, dan kita tetap mawas diri mematuhi protokol kesehatan, 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Ujar Kuntari Mulyono (dedengkot IPS 5).

Yus Irawan (IPA 3) menambahkan, di usia kita di angka kepala 5, hanya silaturahmi antar alumni smaga yang harus diperbanyak. Insya Allah, kita akan diberi kesehatan dan kekompakan.

Menyambung silaturahmi dan kekompakan adalah harapan, kata M. Syukri Djawad (IPS 3). Mari kita bersatu, lupakan pertikaian jika ada. Bukankah kostum (baca- seragam 85,red) yang kita kenakan, sebagai simbolik almamater, sesuai angkatan kita, ajak Syukri

“Pertikaian dalam satu perkumpulan hal yang normatif. Jika ada kegiatan positif oleh teman-teman siapapun, baik perseorangan atau mereka melakukan diskusi-diskusi secara spontan, sebaiknya diakomodir dan di suportif (memberi dukungan dan semangat). Jangan seolah-olah kegiatan tandingan,” pungkas Zulkarnain. (Ok/rk)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *