Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang Angkat Bicara” Tidak Melibatkan Tenaga Lokal”

Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang Angkat Bicara” Tidak Melibatkan Tenaga Lokal”

0 1
Spread the love
Read Time:2 Minute, 25 Second

Indonesia Timur INFONAWACITA.or.id LUTIM Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang Malili angkat bicara mengenai lowongan pekerjaan yang di lakukan oleh PT.Wijaya Karya.Kamis.(18/03/2021).

Ketua ARMLT Malili Mahyuni angkat bicara persoalan dengan pengkrerutan tenaga kerja  yang dilakukan oleh PT.Wika terkait dengan Projec Laruna di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Malili.

Saat di wawancarai melalui via TLP WhatsApp mengatakan kepada awak media Infonawacita.or.id bahwa pihak perusahaan terkesan melakukan pengkrerutan karyawan lebih banyak tenaga kerja dari luar Sulawesi Selatan ketimbang  putra daerah yang berasal dari Luwu Timur,Ungkapnya

Lanjut “Mahyuni selaku Ketua Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang mengatakan bahwa dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Luwu Timur harus tanggap  dan memanggil pihak perusahaan dalam hal ini PT.Wijaya Karya,untuk mematuhi Peraturan Daerah terkait dengan dipemberdayaan tenaga kerja lokal dalam membangun SDM yang tertuang pula dalam Permen ESDM no.26 tahun 2018 tentang kaidah-kaidah pertambangan,dalam hal ini memperdayakan sumber manusia yang ada didaerah tersebut.

Pasal 5 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”)

Perusahaan-perusahaan yang berdiri di suatu daerah tentu juga harus mematuhi aturan yang ada di daerah itu guna ikut serta patuh terhadap aturan/hukum yang ada.

Dalam hal ini, Kabupaten/Kota mempunyai kewenangan untuk membuat peraturan daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dijelaskan Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan penjelasannya.

Perusahaan dalam merekrut karyawan atau tenaga kerja tentu juga terikat dengan aturan di daerah tersebut, di mana jika daerah tersebut menyatakan bahwa harus ada karyawan yang tergolong masyarakat lokal atau tenaga kerja lokal, maka perusahaan harus mematuhi aturan tersebut.

Sebagai contoh, seperti yang tercermin dalam Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan dan Perlindungan

Sementara, dalam Perda Kabupaten Luwu Timur, setiap pemberi kerja mengutamakan tenaga kerja lokal pada lowongan pekerjaan yang dibutuhkan sesuai dengan syarat kualifikasi jabatan yang dibutuhkan untuk setiap golongan jabatan.

Tujuan diterbitkannya peraturan tersebut oleh daerah tidak lain adalah agar tenaga kerja lokal harus diprioritaskan untuk mensejahterakan warga daerah tersebut.Tujuan adanya aturan itu juga untuk menekan angka pengangguran yang ada di daerah perusahaan tersebut berdiri.

Dapat dipahami bahwa di dalam UU Ketenagakerjaan memang tidak spesifik mengatur sepenuhnya terkait dengan kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal, namun hal ini diserahkan kepada pemerintah daerah.

Kewajiban tersebut diatur oleh pemerintah daerah guna melibatkan masyarakat yang ada di kabupaten/kota yang bersangkutan untuk bekerja di perusahaan terkait.

Sementara untuk mengetahui apakah sebuah perusahaan diwajibkan untuk memberdayakan putra daerah, maka dapat dilihat di daerah tersebut apakah sudah ada peraturan daerah yang menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan yang berdiri di daerah itu harus memprioritaskan putra daerah untuk menjadi karyawan-karyawannya.

Bahwa di duga perusahaan tersebut berupaya untuk Menopoli tenaga kerja yg mereka dtangkan dari luar LUWU TIMUR….!!! Dan semestinya  PT VALE selaku mitra  dari PT WIKA di harapkan peran pentingnya untuk mengawal RECRUITMENT yang sementara berjalan….. Jadi harapan kami ini dapat terselesaikan dengan segera.tutup kepada media Infonawacita.or.id(OK)

Happy
Happy
33 %
Sad
Sad
67 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *