Diduga Ilegal Pabrik Stone Crusher Di Luwu Utara berhasil Ditutup Satuan Reskrim Polres Luwu Utara

Diduga Ilegal Pabrik Stone Crusher Di Luwu Utara berhasil Ditutup Satuan Reskrim Polres Luwu Utara

0 0
Spread the love
Read Time:1 Minute, 54 Second
Indonesia Timur INFONAWACITA.or.id – LUTRA Untuk kesekian kalinya DPC Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti (LAI-KGS) Luwu Utara melakukan investigasi ke lokasi tempat aktifitas penambangan.
Saat di konfirmasi oleh media Infonawacita.or.id Rabu siang tgl 30 Maret 2021 dengan adanya pemberitaan di salah satu media online tersebut Ketua DPC Divisi Komando Garuda Sakti Lutra membenarkan bahwa terkait hasil investigasi dan penutupan tambang tersebut menyampaikan informasinya  kepada rekan satu Lembaganya yaitu Tim Media dan Komunikasi BPAN SulSel ,Ujarnya
Lanjut” bahwa Satuan Reskrim Polres Luwu Utara menutup Pabrik Stone Cruisher di Mawulu Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong, dan di Palandoang Desa Embonatana, Kecamatan Seko.
Pabrik tersebut ditutup atas laporan masyarakat melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Divisi Komando Garuda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Luwu Utara. Terkait kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pengelolah stone cruisher di dua tempat  tersebut.
Dimana Pabrik tersebut selain diduga ilegal juga diduga melanggar Perda No. 2 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Luwu Utara.
Menurut  Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Samsul Rijal S.Sos. M.H  saat dikonfirmasi melalui WhatsApp,hari Senin (29/03/2021) mengatakan, saat ini sementara pemeriksaan beberapa saksi,”  Ucap AKP.Samsul Rijal
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Devisi Komando Garuda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Luwu Utara Tandi Buni,  yang juga merupakan putra kelahiran Rongkong mengatakan, tindakan yang diambil oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Utara sangat tepat,Pungkasnya.
Pabrik ini selain diduga ilegal juga diduga melanggar Perda No. 2 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kecamatan Rongkong dengan Kecamatan Seko bukan wilayah industri besar melainkan kecil dan industri sedang.
“Dalam peraturan Daerah pasal 49 tahun 2011 menyebutkan, “Setiap orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.”tegas Tandi Buni
Lanjut”Saya sebagai masyarakat Rongkong sangat apresiasi tindakan Kepolisian dalam hal ini,semoga ini bisa menjadi efek jerah bagi pengusaha lainnya kedepan yang bekerja tanpa izin.
“Kami masyarakat Rongkong sangat bersyukur adanya pembangunan,akantetapi kami tidak akan menutup mata bila ada oknum pengusaha yang melanggar ketentuan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tutup Tandi Buni selaku Ketua DPC Divisi Komando Garuda Sakti Luwu Utara kepada media Infonawacita.or.id diakhir sambungan telpon.(*)
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *